Ditutup Akibat Terdampak Abu Vulkanik Marapi, Bandara Internasional Minangkabau Dibuka Kembali

- 20 Januari 2024, 16:43 WIB
Operasional Bandara Internasional Minangkabau di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat akhirnya k dibuka kembali setelah sebelumnya ditutup akibat terdampak abu vulkanik.
Operasional Bandara Internasional Minangkabau di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat akhirnya k dibuka kembali setelah sebelumnya ditutup akibat terdampak abu vulkanik. /Wikipedia/

SuaraLamaholot.com - Operasional Bandara Internasional Minangkabau di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat akhirnya k dibuka kembali setelah sebelumnya ditutup akibat terdampak abu vulkanik.

"Kemarin (Jumat) BIM sempat ditutup karena terdampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Marapi, tetapi pagi ini setelah dilakukan paper test menunjukkan hasil negatif sehingga bandara sudah bisa dibuka kembali," kata Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang, Capt Megi H. Helmiadi di Padang, Sabtu 20 Januari 2024.

Baca Juga: Sentuhan Kaki Asnawi Mangkualam Taklukan Vietnam di Piala Asia, dan Antarkan Indonesia Naik Peringkat FIFA

Lebih lanjut Capt Megi menyebutkan hasil paper test di lapangan pada Sabtu pagi pukul 06.00 WIB menunjukkan hasil negatif. Melalui Notice to Airmen (NOTAM) Nomor B0117/24 NOTAMC B0115/24 yang dikeluarkan AirNav Indonesia, bandara tersebut kembali beroperasi sejak pukul 06.20 WIB.

Meski begitu, pihak Otoritas Bandara Wilayah VI Padang akan terus memantau dan melakukan pengawasan terkait perkembangan situasi Gunung Marapi berupa pengamatan lapangan dengan interval satu hingga dua jam sekali di beberapa titik sekitar bandara.

Baca Juga: Amerika Serikat Fokus Hancurkan Pertahanan Milik Houthi di Yaman

"Monitoring dan pengawasan kami lakukan secara berkala, tentunya dengan berkoordinasi intensif dengan seluruh stakeholder penerbangan untuk memastikan operasional penerbangan di BIM bisa beroperasi dengan memenuhi aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan,"tambahnya.

Untuk diketahui, jika penerbangan tetap dilakukan di tengah sebaran abu vulkanik maka berpotensi masuk ke dalam kabin pesawat. Selain itu dampak buruk lainnya yaitu abu vulkanik dapat menyumbat sistem pemantau kecepatan udara yang merupakan bagian penting ketika terbang dan mendarat. Selanjutnya, dapat mengganggu navigasi dan sistem elektronik lainnya.

Baca Juga: Seulas Senyum Kapolres Flores Timur dan Distribusi Bansos

Tidak hanya itu, sebaran abu vulkanik juga menyebabkan landasan menjadi licin sehingga membahayakan aktivitas lepas landas maupun saat pesawat akan mendarat.

Halaman:

Editor: Yustinus Boro Huko

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah