Lapas Kelas II Lembata 'Bumikan' Rehabilitasi Produktif Lewat Sektor Pertanian Bagi WBP

3 Maret 2024, 22:45 WIB
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengimplementasikan program rehabilitasi produktif lewat sektor pertanian. /Dokumen ANTARA/

 

 

 

 

SuaraLamaholot.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengimplementasikan program rehabilitasi produktif lewat sektor pertanian. Tujuan utama dari program itu yakni memberikan kesempatan kepada narapidana untuk belajar keterampilan baru, pengalaman yang bermanfaat, dan persiapan diri bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk reintegrasi ke masyarakat setelah masa pembinaan mereka berakhir.

Upaya praktis dan tujuan yang telah "dibumikan" untuk warga binaan pemasyarakatan itu diungkapkan oleh Kepala Lapas Lembata, Hariyadi Maikameng, Sabtu, 2 Maret 2024.

Lebih rinci  Hariyadi Maikameng menerangkan, rehabilitasi produktif adalah salah satu pendekatan yang efektif dalam membantu narapidana mempersiapkan diri untuk kehidupan di luar lapas ketika bebas nanti.

Baca Juga: PADMA Indonesia Dampingi Jonas Salean Lapor Aspidsus Kejati NTT

Dalam rehabilitasi produktif pada sektor pertanian ini, WBP di Lapas Lembata terlibat dalam setiap tahapan pertanian mulai dari persiapan lahan, penanaman bibit, perawatan tanaman, hingga panen jagung pada lahan lebih kurang seluas satu hektare.

Mereka didukung oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata yang telah menyediakan pendamping maupun sarana prasarana yang dibutuhkan dalam program pembinaan WBP.

Hariyadi mengatakan keterlibatan WBP dalam program itu diharapkan dapat memberikan keterampilan dan pengetahuan yang dapat membantu mereka dalam mencari pekerjaan atau memulai usaha mandiri setelah bebas.

Adapun salah satu keberhasilan program itu yakni panen perdana jagung yang berada di Rumah Kemandirian Sarana Asimilasi dan Edukasi Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Lembata, Jumat (1/3).

Hariyadi menyebut keberhasilan lewat panen perdana itu menjadi komitmen jajaran petugas Lapas Lembata dalam membangun karakter dan kualitas warga binaan ke arah yang lebih produktif.

Baca Juga: Selepas Pertanyaan di Luar Konteks & Diduga Rasis, Terbitlah Hilangnya Kepercayaan kepada KPU Flores Timur

“Di bawah naungan Kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur pimpinan Kakanwil Marciana Jone, kami Lapas Lembata berkomitmen untuk membentuk karakter dan kualitas warga binaan kami ke arah yang lebih baik dan lebih produktif bukan hanya bagi diri mereka tetapi juga untuk orang-orang di sekitar mereka," katanya berkomitmen.***

Editor: Vinsensius P. Huler

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler